Friday, November 5, 2010

nAsiHa+ KaLaU berpaCAraN

location - sainsku canteen' 07, (amira & apeace)16 years old ba...(i as the CM)
http://www.youtube.com/watch?v=mIpSUYubU4M&feature=related


Kalau berpacaran
Memang banyak pantang larang
Menjaga susila
Ibu bapa adik abang

Apabila berdua
Carilah tempat yang terang
Agar tidak pula
Mencuba aksi terlarang

Boleh pandang-pandang
Jangan pegang-pegang
Duduk renggang-renggang
Bertambah sayang
Biar malu-malu
Biar segan-segan
Kerna malu itu
Perisai orang beriman

Kalau berpacaran
Jangan tunggu lama-lama
Kalau dah berkenan
Jumpalah ayah dan mama
Hantarkan rombongan
Meminang dengan segera
Kalau terlambat kasihmu disambar buaya

Yeah
Kita sambung cerita
Kalau kamu berdua
Aku yang ketiga
Aku penambah perasa
Akulah pendarab nafsu serakah
Hai teruna bikin perangai selamba
Hati si dara kata tak apa
Berani buat terima padah
Kalau tak sedia
Ucap syahadah

Thursday, November 4, 2010

diNda + kEkAnDa

http://www.youtube.com/watch?v=LyTCw40emVI&feature=related













Oh Kekanda
Jangan iri hati, Dinda naik pangkat lagi
Oh Adinda
Kanda mana dengki, malah Kanda support bini

Jadi Dinda mahu mengambil masa
Tapi Kanda mahu segera
Dinda ingin berjaya dalam kerjaya
Tapi Kanda mahu cahaya mata



Dinda belum bersedia
Kanda dah beria ria
Jadi yang mana satu
Tak perlu bertengkar
Tak perlu bermasam muka


Oh Adinda, tolong jangan lekas curiga, lekas cemburu buta
Oh Kekanda, Dinda perlu berhati-hati, tak rela dikongsi
Kanda kerja overtime, terlebih masa
Itu yang Dinda harus berwaspada
Ini semua demi masa depan keluarga
Dengan Dinda atau sebaliknya


Kanda kerja malam
Dinda kerja siang
Jadi bila nak bertemu
Tak perlu bertengkar

Tak perlu bermasam muka


Oh adiwira, dewataku, mari ikut cara Dinda
Oh Tun Teja, intan permata, mari ikut cara Kanda
Oh bagaimana? Bagaimana kita nak selesaikannya?
Apa keputusannya?


Oh Kekanda mari nyawa, kita cuba komunikasi
Oh Adinda mari sayang, kita cuba toleransi
Walau kita janji sehidup semati, kita berlainan
Kanda polar kutub utara
Dinda kutub selatan
Komunikasi, sikap toleransi, itu yang kita perlu
Tak perlu bertengkar
Tak perlu bermasam muka


Walau kita sering dengan cara masing-masing
Kanda yang Perdana
Dinda yang Utama
Kanda segalanya
Dindalah nyawa
Kita tetap bahagia bila bersama sama
Bahagia bersama
Bersama selamanya
Bahagia selama-lamanya

Wednesday, November 3, 2010

sTuDy HaRd + sTuDy smaRT

So, which path will you choose??


TEKUN / BERSUNGGUH-SUNGGUH

             Ketekunan adalah suatu sifat yang amat diperlukan oleh seseorang pekerja. Setiap pekerja akan dapat meningkatkan kecekapan masing-masing menjalankan tugas sekiranya tekun dalam menjalankan tugas. Rasulullah S.A.W. bersabda dengan maksud:

"Sesungguhnya Allah suka apabila seseorang itu melakukan sesuatu pekerjaan dengan tekun".
(Riwayat Al-Baihaqi)



BERSUNGGUH-SUNGGUH


''Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman, untuk tunduk mengingat Allah dan kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya diturunkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik.'' (Alhadid [57]: 16).

            Ayat ini diturunkan untuk menegur kaum mukminin yang lalai dalam berzikir, yang mencakup segala amal yang bersifat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dakwah membutuhkan orang-orang yang serius dalam memikulnya, bukan yang menjadikannya pekerjaan sambilan.
Rasulullah SAW, begitu sungguh-sungguh bermunajat pada Allah SWT hingga diriwayatkan kakinya sampai bengkak-bengkak. Nabi Nuh, bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah SWT membuat perahu. Perahu tersebut dibuat di atas gunung yang tinggi, sehingga mengharuskan Nabi Nuh naik-turun gunung. Nabi Ibrahim bersungguh-sungguh menghancurkan berhala, hingga dibakar dengan api. Nabi Adam dalam sebuah riwayat baru bertemu kembali dengan Hawa setelah mencari selama ratusan tahun. Siti Hajar baru mendapatkan air setelah bolak-balik dari Safa hingga Marwa sebanyak tujuh kali. Abu Bakar menahan sakit atas gigitan ular kala bersembunyi dengan Rosulullah dari kejaran orang kafir saat hijrah. Tidaklah Abu Bakar demikian kecuali karena bersungguh-sungguh.

Juga cubalah tengok kisah Thomas Alfa Edison dalam perjuangannya membuat lampu. Sebanyak 999 kali ia gagal, namun setelah itu ia berhasil. Bayangkan apabila ia berputus asa dan berhenti pada hitungan yang ke-999, bisa jadi lampu tidak ada dan dunia kita gelap gempita.

             Betapa sejarah hanya dipenuhi orang-orang yang bersungguh-sungguh. Maka ada benarnya pepatah Arab yang mengatakan ”Man Jadda Wa Jadda”, siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan yang ia mau. Sementara dalam al-Qur’an pun, tercatat sifat-sifat kesungguhan yang dimiliki Allah SWT dan makhluk-makhluk-Nya. Allah SWT memiliki sifat sungguh-sungguh (QS. 21:16), malaikat juga bersungguh-sungguh (QS. 7:206), orang kafir bersungguh-sungguh (QS. 2:217), bahkan setan pun bersifat sungguh-sungguh (QS. 43:37).

               Lalu bagaimana dengan kita? Akankah hidup kita nantinya turut menggores arah peradaban, atau hanya lekang dimakan zaman. Semua tergantung dari kesungguhan kita.

[Limo, 22 Mei 2010]
http://www.bukanorangsuci.co.cc/2010/05/22/sungguh-sungguh/